Tampilkan postingan dengan label Jawa Tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Tengah. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Mei 2016

Legenda Asal Usul Batu Raden


Pada zaman dahulu kala di tanah Jawa ada seorang pemuda tampan bernama Suta. Pemuda tersebut merupakan seorang pembantu di Kadipaten Kutaliman, Banyumas, Jawa Tengah. Tugas pemuda tadi adalah merawat kuda dan membersihkan istal (kandang kuda). Kuda milik Adipati Kutaliman

 Suta merupakan sosok pekerja keras dan jujur. Oleh karena itu, ia tidak pernah mendapatkan masalah selama bekerja di Kadipaten. Pada suatu hari, seperti biasa setelah mengurus kuda Adipati Kutaliman, Suta berkeliling Kadipaten. Dia senang berjalan-jalan untuk melepas lelah sekaligus mengenal lingkungan tempatnya bekerja. Kadipaten yang luas tentu tidak dapat ia kelilingi dalam satu kali perjalanan. Maka setiap hari pemuda sederhana ini akan berjalan di lokasi berbeda.
         
 Suta baru saja melewati sebuah pohon mangga ketika ia mendengar jeritan seorang perempuan. Dia pun berlari menuju sumber suara. Tampaklah seekor ular besar di balik pohan mahoni sedang membuka lebar-lebar mulutnya, dan siap memangsa seorang perempuan di hadapannya. Perempuan itu berdiri kaku dengan wajah pucat pasi.

Meskipun sempat takut melihat ular yang demikian besar, namun tanpa berpikir panjang Suta bergerak maju mendekat. Dia berusaha menolong perempuan yang tak berdaya itu. Pengurus kuda Adipati ini memang bukan seorang pemain pedang yang hebat, tetapi tekad kuat melawan ular besar itu membuatnya berani menghadapi ular itu. Dengan susah payah pemuda kurus itu menaklukkan sang ular. Cabikan dan sabetan pedangnya akhirnya berhasil mematikan hewan berbisa itu.

Seketika pula perempuan yang hampir dimangsa ular itu jatuh tergolek dan pingsan di tanah. Seorang emban (inang pengasuh) membopongnya ke sisi pendopo tak jauh dari pohon mahoni. Suta pun mendatanginya. Ia terkejut ketika mengetahui siapa yang telah dia selamatkannya tadi. Ternyata perempuan tersebut adalah putri Adipati Kutaliman.

Sebagai salah satu penghuni kadipaten, Suta sebelumnya sudah sering mendengar tentang kecantikan dan kehalusan budi pekerti putri Adipati. Tetapi, tak pernah jua dia bertemu. Dia sangat bahagia dapat bertatapan langsung dengannya. Sang putri sangat berterima kasih pada Suta yang telah menyelamatkan nyawanya.

Sejak peristiwa tersebut, Suta dan putri Adipati menjadi akrab. Mereka sering bertemu dan mengobrol. Lama-kelamaan mereka menjadi saling menyayangi. Hingga akhirnya Suta memberanikan diri melamar sang putri kepada ayahnya, Adipati Kutaliman.

Adipati sebelumnya sudah mendengar kabar kedekatan putrinya dengan si pengurus kuda. Namun, dia tak mengira Suta akan nekat melamar putrinya, mengingat status sosial keduanya yang jauh berbeda. Ketika suta mengutarakan niatnya, Adipati murka. Dia merasa terhina. “Kuu ini seorang batur (pembantu). Tak pantas kau berdampingan dengan putriku,” katanya.

Kemudian Adipati memerintahkan pengawal untuk memenjarakan abdinya tersebut di penjara bawah tanah. Suta dinilai lancang karena berani meminang putri Adipati.

Mengetahui hal itu, sang putri pun sedih. Dia tak menyangka bila ayahnya akan sangat marah. Apalagi Suta tak pernah di beri makan dan minum selama ia berada di dalam penjara yang lembap, gelap dan, pengap. Hatinya perih mengetahui pria yang dicintainya itu menderita.

Putri Adipati kemudian menyusun rencana. Dia meminta bantuan seorang emban kepercayaannya untuk mengeluarkan Suta dari penjara bawah tanah. Sementara itu ia menunggu bersama kudanya di salah satu sisi di Kadipaten. Rencana pun dilaksanakan pada suatu malam, si emban mengendap-endap menuju penjara bawah tanah. Dia berhasil melewati penjaga yang tertidur karena memakan kue yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Emban pun menemui Suta.

  Di dalam sel, Suta terkapar lemah. Badannya yang semula kurus menjadi makin kurus. Dia juga menggigil. Emban memberinya pakaian. Mereka kemudian keluar dan mendatangi putri Adipati yang sudah berpakian layaknya warga desa.

 Suta dan Putri menaiki kuda dan melaju ke luar Kadipaten. Untunglah malam itu sangat gelap pekat sehingga sulit mengenali mereka berdua. Putri memacu kudanya semakin kencang.  Dia mengarahkan kudanya kearah selatan lereng Gunung Selamet.

 Ketika hari beranjak siang, mereka lelah dan beristirahat di dekat sungai. Putri baru menyadari bahwa Suta sedang sakit demam, dia pun merawat suta dengan penuh kasih sayang. Karena kesabarannya, Suta pun berangsur pulih.

 Suta dan Putri menyukai lokasi tempat mereka berada. Hawa yang sejuk serta pemandangannya yang asri membuat mereka jatuh cinta. Akhirnya mereka menikah dan membina keluarga di sana. Kini tempat tersebut di kenal dengan nama Baturaden yang artinya pembantu dan bangsawan.

Sabtu, 21 Mei 2016

Legenda Timun Mas

Di sebuah desa hiduplah seorang perempuan tua bernama Mbok Yem. Ia hidup sebatang kara. Mbok Yem ingin sekali memiliki seorang anak, agar dapat merawat dirinya yang sudah mulai tua. Namun, itu semua mustahil karena ia tidak mempunyai suami.

Mbok yem sangat bahagia melihat mentimun yang
dia tanam berbuah seorang bayi perempuanSetiap hari Mbok Yem pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar. Pada suatu hari, di tengah hutan. Ia bertemu dengan seorang raksasa yang sangat menyeramkan. Tubuh raksasa itu lebih tinggi dari pohon. Kulitnya penuh dengan bulu yang kasar. Kulitnya gelap. Mulutnya terdapat sepasang taring yang sagat tajam. Kukunya panjang dan kontor.
Mbok Yem sangat ketakutan. Tubuhnya gemetaran melihat mahluk yang sangat besar itu. Raksasa itu berkata dengan suara yang sangat membahana, ‘’ Hei, perempuan tua? Jangan takut, aku tidak akan memakanmu. Kamu sudah terlalu tua. Dagingmu keras dan tidak enak. Aku datang kesini hanya ingin memberikan sesuatu padamu.’’

Raksasa itu memberikan beberapa butir benih tanaman dan berkata, ‘’ Tanamlah benih ini dan rawatlah dengan baik dan kau akan mendapatkan semua yang kau inginkan selama ini.. tapi ingat, kau tidak boleh menikmatnya seorang diri. Kau harus memberikannya kepadaku juga sebagai tanda terima kasih.’’
Mbok Yem hanya mengangguk. Ia langsung pulang ke rumahnya. Setiba Mbok Yem dirumah, sesuai dengan petunjuk si raksasa it, di tanam lah benih tersebut. Ajaibnya, keesokan harinya, benih tanaman itu telah tumbuh menjadi tanaman mentimun. Buah-buahnya besar-besar. Jika terkena sinar matahari, warnanya besinar seperti emas.

Karena penasaran dengan dengan bua mentimun itu, akhirnya di petiklah satu yang paling besar. Ketika di belah, Mbok Yem sangat terkejut. Di dalam timun tersebut ada seorang bayi perempuan yang sangat cantik.

‘’ Jadi ini maksud dari ucapan si raksasa. ‘’ ujarnya dalam hati.
Betapa senangnya Mbok Yem. Tidak pernah terbayangkan akan mempunyai seorang anak perempuan yang sangat cantik. Karena lahir dari buah mentimun berwarna keemasan. Anak itu di beri nama Timun Mas.

Keesokan harinya, di hutan, Mbok Yem bertemu kembali engan si raksasa. Raksasa itu berkata, ‘’ Engakau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan selama ini. Sesuai dengan janjimu, engkau harus membaginya denganku.’’

Mbok Yem bingung, ia bertanya, ‘’ Bagaimna mungkin bayi perempuan bisa dibagi?’’
‘’ Tidak usah bingung perempuan tua. Kau boleh memilikinya sampai usia 17 tahun. Selanjutnya. Anak itu akan menjadi santapanku.’’ Jelas raksasa.

‘’ Baiklah raksasa. Aku akan merawat anak itu, dan menganggap ank itu anakku sendiri sampai usia 17 tahun,’’ ujar Mbok Yem.

Timun Mas tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat baik hati dan cantik jelita. Kulitnya kuning langsat. Tubuhnya tinggi semampai. Rambutnya hitam berkilau. Semakin hari kecantikannya, semakin terlihat.

Jarum yang dilempar timun mas berubah menjadi bambu

Timun Mas juga sangat rajin membantu ibunya. Ia selalu menemani ibunya mencari kayu bakar di hutan. Kebaikan hati Timun Mas membuat Mbok Yem khawatir kehilangannya. Ia sangat menyayangi Timun Mas untuk menjadi santapan si raksasa.

Tahun demi tahun terus berganti. Kini, Timun Mas sudah menginjak usia 17 tahun. Sudah waktunya bagi raksasa itu untuk mengambil Timun Mas. Mbok Yem menyuruh Timun Mas bersembunyi di dalam kamar. Tiba-tiba, terdengar suara dentuman yang sangat keras. Itu adalah suara langkah kaki si raksasa. Mbok Yem gemetar ketakutan.

‘’ Hai perempuan tua! Mana anak perempuanmu yang telah kau janjikan untukku ?’’ teriak raksasa itu.
‘’ Ia sedang mandi di kali, Tuan raksasa. Tubuhnya sangat bau. Kau pasti tidak akan suka memakannya.’’ Ujar Mbok Yem
‘’ Baiklah. Aku akan kembali seminggu lagi. Pastikan ketika aku kembali ia sudah siap untuk ku bawa ke hutan.’’ Ujar raksasa.
‘’ Tentu saja. Tuan. Aku tak akan mengecewakanmu.’’ Ujar Mbok Yem.

Maka pergilah raksasa itu kembali ke hutan. Mbok Yem dan Timun Mas sangat lega. Mereka masih punya waktu semiggu untuk bersama. Namun, setelah seminggu berlalu dan raksasa itu datang kembali, ibu dan anak ini tetap tidak mau berpisah. Timun Mas kemali bersembunyi. Kali ini di dapur, di dalam tempayan air yang kosong.

‘’ Hai perempuan tua. Aku kembali untuk menagih janjimu! Cepat serahkan anak perempuanmu.’’ Teriak si raksasa.
‘’ Maaf, Tuan raksasa. Timun Mas sedang menjual kayu ke kampung. Bila saja engkau datang lebih pagi, engkau pasti bertemu dengan dia.’’ Ujar Mbok Yem

Dengan setengah marah raksasa itu berteriak. ‘’ Baiklah, ku beri waktu 1 minggu lagi. Jika anakmu tidak kau serahkan kepadaku. Akan ku hancurkan rumahmu.’’

Mbok Yem semakin ketakutan dan bingung denngan ancaman si raksasa. Ia sungguh tidak rela anak perempuanya yang sangat cantik menjadi santapan si raksasa yang kejam itu. Melihat keadaan ibunya. Timun Mas berkata. ‘’ Ibu, janganlah bersedih. Relakanlah aku menjadi santapan raksasa itu.’’ Ujar Timun Mas.

‘’ Tidak anakku. Ibu tidak akan membiarkanmu menjadi mangsa raksasa jahat itu. Ibu akan melakukan apapun untuk menyelamatkanmu.’’ Ujar Mbok Yem.

Kemudian Mbok Yem pergi menemui seorang kakek yang sakti tinggal di gunung. Kakek sakti itu memberikan benih mentimun, sebuah duri, sebutir garam, dan sepotong terasi.
Seminggu kemudian, raksasa itu datang lagi. Kali ini, si raksasa udah tidak dapat menahan emosinya. Kakinya yang besar, di hentak-hentakan ke tanah sehingga bumi bergetar.

‘’ Cepat serahkan anakmu atau ku hancurkan rumah beserta ddirimu! Aku sudah sangat lapar!’’ teriak raksasa.
‘’ Maap, Tua raksasa. Anakku sudah berjalan ke hutan. Kembalilah engkau ke hutan tempat tinggalmu. Timun Mas sudah berada di sana.’’ Kata Mbok yem berbohong.

Pada saat itu. Timun Mas sudah keluar rumah melalui pintu belakang. Ia membawa semua benda yang di berikan oleh kakek sakti dari gunung itu. Ketika akan kembali ke hutan, si raksasa melihat Timun Mas berlari dari belakangrumah. Di kejarnya Timun Mas.

Meskipun panic. Timun Ma masih mengingat perintah ibunya untuk melempar sebutir benih mentimun. Benih mentimun itu langsung berubah menjadi lading mentimun dengan buah yang besar-besar. Karena kelaparan, si raksasa memakan mentimun-mentimun di ladang itu. Setelah keyang. Ia kembali mengejar Timun Mas. Meskipun perutnya yang kekenyangan membuat jalannya menjadi lambat. Raksasa itu tetap bisa mengejar Timun Mask arena langkah kakinya yang panjang.

Ketika si raksasa sudah dekat. Timun Mas melemparkan sebuah duri. Duri itu berubah menjadi sebuah hutan bamboo. Hutan bamboo itu memperlambat jalan raksasa itu. Tubuhnya menjadi penuh luka karena tertusuk batang bambu.

Namun, raksasa itu tidak menyerah. Ia tetap mengejar mangsanya. Kali ini, Timun Mas melemparkan sebutir garam. Garam itu berubah menjadi sebuah lautan yang luas. Raksasa itu harus berenang untuk mengejar Timun Mas. Ia berhasil, tetapi tubuhnya sudah sangat lelah.

Raksasa it uterus mengejar Timun Mas meskipun sudah kelelahan. Timun Mas melempar sepong terasi. Kali ini terasi tersebut berubah menjadi lumpur hisap. Raksasa itu berteriak meminta tolong ketika tubuhnya terhisap lumpur.

Tubuh raksasa yang besar tidak mampu melawan hisapan lumpur karena kelelahan. Ia pun tewas terhisap lumpur. Maka, tamatlah riwayat raksasa jahat itu. Setelah bebas dari raksasa jahat itu. Kehidupan Timun Mas dan Mbok Yem membaik.

Timun Mas bertemu dengan seorang pangeran dari negeri seberang. Pangeran itu jatuh cinta kepadanya. Merekapun menikah. Timun Mas dan Mbok Yem diboyong oleh pangeran itu ke istananya. Mereka hidup bahagia selamanya.

Senin, 16 Mei 2016

Nyi Roro Kidul Laut Selatan


Pada zaman dahulu, tepat di daerah Jawa Barat. Terdapat sebuah Kerajaan bernama Pakuan Pajajaran. Kerajaan tersebut di pimpin oleh seorang Raja yang sangat bijaksana dan arif. Rakyat dibawah kekuasaanya sangat bahagia dan menghormati sang raja karena kepemimpinannya membuat hidup para rakyat sejahtera. Raja tersebut bernama Raja Prabu Siliwangi. Sang Prabu mempunyai cukup banyak anak, salah satunya bernama Putri Kandita. Ia adalah seorang gadis yang sangat cantik jelita, baik hati dan memiliki sifat yang sama seperti Ayahnya. Sang Prabu Siliwangi sangat menyayangi Putri Kandita, dan Seiring bertambahkan usia, putri Kandita semakin memiliki paras yang cantik dan area ia merupakan anak tunggal maka ialah sang calon pewaris tahta raja Prabu Siliwangi kelak.

Mendengar keinginan Prabu Siliwangi untuk menjadikan Putri  Kandita sebagai penerus tahta para Selir dan anak-anaknya tidak setuju. Mereka tidak rela jika Putri Kandita yang akan menjadi Ratu kelak.
Suatu hari, para Selir dan anak-anaknya berkumpul untuk merencanakan siasat jahat untuk menyingkirkan Putri Kandita dan ibunya keluar dari Istana. Untuk melancarkan rencananya mereka meminta bantuan kepada seorang penyihir sakti yang tiggal di sebuah desa terpencil,  yang memiliki berbagai macam ilmu hitam .

Suatu hari, Tanpa sepengetahuan raja, para selir dan anaknya mendatangi Penyihir tersebut dan dengan memberikan imbalan yang diminta sang Penyihir, selir dan anaknya ingin putri Kandita serta permaisurinya diberi kutukan agar tidak menjadi pewaris tahta sang raja.

Tanpa menunggu lama, sang Penyihir melaksanakan tugasnya. Dengan ilmu hitam ia menyihir Putri Kandita dan Ibunya agar menderita penyakita Kusta.  Suatu hari, ketika bangun dari tidurnya Putri Kandita dan Ibunya berubah menjadi buruk rupa, Tubuh yang awalnya mulus, bersih dan kuning langsat seketika langsung berubah, tubuh keduanya di penuhi dengan borok dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Putri Kandita dan sang permaisuri mengidap penyakit kusta yang tak kunjung sembuh. Prabu Siliwangi yang merasa heran melihat penyakit aneh pada kedua orang kesayangannya itu langsung memanggil tabib istana untuk melakukan pengobatan. Tetapi setelah dicoba dengan berbagai macam ramuan, sang tabib istana tetap tidak dapat menyembuhkan mereka.

Penyakit Putri Kandita dan ibundanya bertambah parah. Tubuh mereka semakin lemah karena tidak dapat mencerna makanan dan minuman. Putri Kandita yang masih muda dapat bertahan menghadapi penyakit yang dideritanya. Namun, Sang ibunda yang sudah tua ternyata tidak dapat bertahan hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Putri Kandita dan raja sangat terpukul dengan meninggalnya permaisuri. Selama berhari-hari, Raja Prabu Siliwangi termenung sendirian, ia merasa sangat sedih  karena orang yang paling di cintainya sudah meninggalkan dunia terlebih dahulu. Namun, sang Prabu pun merasa sangat sangat terpikul melihat kondisi Putri Kandita yang tidak menunjukkan tanda-tanda kesembuhannya. Ia merasa sangat cemas karena Putri Kandita yang akan menggantikan meneruskan tahta Kerajaan.

Suatu hari, para Selir dan anak-anaknya datang menemui Raja untuk menghasut agar Putri Kandita di usir. Awalnya, Raja menolak. Namun, karena takut penyakitnya menular dengan terpaksa Prabu Siliwangi menyetujui usulan tersebut.

Tanpa sepengetahuan Raja, Selir dan Saudara-saudaranya. Putri Kandita yang mendengar pembicaraan tersebut sangat kecewa dan ia memutuskan untuk melarikan diri dari istana. Dalam suasana hati yang sedih, bingung, dan tidak menentu Putri Kandita berjalan keluar dari istana tanpa tujuan yang pasti.
Selama berhari-hari ia berjalan tanpa arah hingga akhirnya tiba di pesisir pantai selatan Pulau Jawa yang memiliki banyak batu karang dan ombak besar. Di salah satu batu karang itu dia kemudian beristirahat hingga akhirnya tertidur karena kelelahan. Dalam tidurnya, Putri Kandita bermimpi mendengar sebuah suara gaib yang menyuruhnya menceburkan diri ke laut agar penyakitnya sembuh dan sehat seperti sediakala.

“Ceburkanlah dirimu ke dalam laut, Putri Kandita, jika kamu ingin sembuh dari penyakitmu. Kulitmu akan mulus seperti sedia kala.”

Putri Kandita pun terbangun dari tidurnya. Ia lalu merenung meresapi kata-kata gaib tersebut karena ragu apakah suara itu merupakan sebuah wangsit atau hanya orang iseng yang membisiki saat dia tertidur. Tetapi setelah melihat sekeliling, sejauh mata memandang yang ada hanyalah hamparan pasir putih beserta ombak bergulung-gulung di sekitarnya. Oleh karena itu, yakinlah Putri Kandita bahwa suara gaib tadi merupakan sebuah wangsit yang harus dia laksanakan demi kesembuhan dirinya.
Meyakini bahwa suara itu sebuah wangsit, Putri Kandita segera melakukan yang diperintahkan. Sangat  ajaib! Ketika menyentuh air, seluruh tubuh Putri Kandita yang dihinggapi borok berangsur-angsur hilang dan menjadi mulus kembali.

Kesembuhan Putri Kandita tidak  membuatnya kembali ke istana. Dia lebih memilih untuk menetap di pantai selatan dan berbaur dengan penduduk sekitar yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.
Sejak tinggal disana, Putri Kandita sangat terkenal karena kecantikan yang ia miliki. Banyak Pangeran dari berbagai kerajaan datang untuk melamarnya. Namun, dari sekian banyak yang melamarnya Putri Kandita sama sekali tidak tertarik. Sebagian dari mereka mundur karena Putri Kandita mengajukan syarat yang sangat sulit. Salah satu syaratnya adalah mengadu kesaktianya di atas gelombang pantai laut. Namun, sebagian dari mereka yang menerima syarat.

Ternyata, dari sekian banyak lelaki yang beradu kesaktian, tak seorang pun mampu mengalahkan Putri Kandita. Mereka akhirnya menjadi pengikut setia yang selalu mengawal Sang Putri ke mana pun dia pergi.   Sejak itulah, Putri Kandita dikenal sebagai Ratu Penguasa Laut Selatan Pulau Jawa yaitu Nyai Roro Kidul.

Minggu, 15 Mei 2016

Dongeng Gunung Cupu Plered Purwakarta

Pada jaman dahulu kala di ceritakan ada 7 bidadari dari khayangan yang suka berjalan jalan ke bumi, para bidadari itu suka berenang sambil mandi di salah satu telaga yang sangat bening airnya.
Pada waktu sore , saat tujuh bidadari sedang asik berenang ada seorang pria datang ke telaga itu.


‘walaah, itu bidadari yang sering diceritakan oleh masyarakat sini!’ pria itu pun berbicara sendiri, lalu pria itu bersembunyi di belakang pohon yang berada di pinggir telaga itu,matanya tertuju ke tengah telaga sambil mengawasi para bidadari yang asik mandi tanpa tau mereka sedang di intip.
Setelah beberapa lama memperhatikan tingkah bidadari itu, terbesit dari hati pria tu untuk mencuri salah satu pakaian bidadari itu yang berada di atas batu di sisi telaga, lalu pria itu menghampiri dan mengambil salah satu pakaian para bidadari itu.


       Setelah bidadari selesai mandi, bidadari bidadari yang lain nya segera pulang dan terbang ke khayangan, teteapi salah satu bidadari itu malah menangis karena pakaian nya hilang, lalu pria itu menghampiri dan berkata ‘mengapa kamu menangis disini ? Tanya pria itu.


Bidadari itu terkejut, mengapa ada seorang pria di tengah hutan. Bidadari itu berpikir bahwa pria ini yang mengambil pakaian nya, setelah ditanyakan pria itu mengaku, bahwa pakaian bidadari itu dicuri. Lalu pria itu berkata ‘saya akan mengembalikan nya, apabila kamu mau menikah dengan saya’.
Karena tidak tau harus apalgi, terpaksa bidadari itu menerima lamaran dari pria itu untuk menjadi istrinya.


Setelah menikah pada suatu hari, bidadari mau mengambil padi, ke salah satu tempat untuk menutu beras, bidadari itu menemukan pakaian nya yang telah lama hilang, sudah waktunya bidadari pulang ke khayangan ,lalu pakaian bidadari itu dipakai serta member tau suaminya bahwa ia akan pergi ke khayangan,


Sang suami tidak bias melarang kehendak istrinya, pikirnya ketemu juga pakaian yang dulu saya sembunyikan, mungkin sudah waktunya aku berpisah dengan istriku.


        Setelah itu bidadari langsung terbang ke khayangan, meninggalkan anak dan suaminya, namun sebelum pulang bidadari meninggalkan cupu tempat perhiasan untuk pegangan anaknya jika suatu saat nanti bidadari ngin bertemu dengan anak nya.


Sampai sekarang cupu peninggalan bidadari itu masih ada di salah satu gunung. Kata masyarakat setempat setiap ada pendaki di percayai ada bidadari yang datang ke gunung itu untuk menemui anak dan suaminya.


Lama kelamaan, gunung tempat nyimpen cupu itu disebut gunung cupu yang berada di daerah sukatani.

Kamis, 12 Mei 2016

Legenda Joko Kendil


Pada Zaman Dahulu. Di Sebuah Desa Di Jawa Tengah, Hiduplah Seorang Janda Tua. Ia Hidup Sebatang Kara. Suaminya Sudah Meninggal Beberapa Tahun Lalu. Ia Tinggal Di Sebuah Rumah Tua Seorang Diri. Untuk Memenuhi Kebutuhannya Sehari-Hari, Ia Berjualan Kayu Bakar Di Pasar. Perjalanan Yang Harus Di Tempuh Ke Pasar Sangat Jauh. Uang Yang Ia Perolehdari Berjualan Pun Sangat Sedikit. Meskipun Begitu, Ia Tetap Giat Bekerja Dan Tidak Menyerah.

Sebenarnya Janda Itu Sangat Menginginkan Kehadiran Seorang Anak. Namun, Untuk Mengangkat Anak Sudah Pasti Ia Tidak Mampu. Untuk Memenuhi Kebutuhan Dirinya Sendiri Saja Masih Kekurangan. Namun, Pada Suatu Malam, Ia Bermimpi Kejatuhan Bulan Di Siang Hari. Mimpi Yang Aneh Itu Membuatnya Sangat Gelisah. Bagaimana Mungkin Ada Bulan Pada Siang Hari? Ada Apa Dengan Mimpi Tersebut. Pikirnya.

Paginya, Janda Itu Bangun Dengan Hati Yang Resah Karena Berpikir Tentang Mimpinya. Ia Bergegas Pergi Ke Pasar Sebelum Matahari Terbit. Setelah Menjual Semua Dagangannya Dan Membeli Beberapa Barang Kebutuhannya, Ia Segera Pulang.

Ketika Melewati Pintu Pasar. Ia Melihat Segerombolan Orang Berkerumun Mengelilingi Seorang Laki-Laki. Karena Penasaran, Janda Itu Mendekati Kerumunan Tersebut. Ternyata, Laki-Laki Itu Adalah Seorang Peramal. Ia Sedang Meramal Seorang Wanita.

‘’ Pak Peramal, Saya Ingin Tahu Apa Maksud Mimpi Saya Semalam.’’ Ujar Wanita Tua Itu.
Peramal Itu Berkata, ‘’ Ceritakanlah Mimpimu Itu?’’
‘’ Semalam Saya Bermimpi Kejatuhan Bulan. Apakah Itu Pertanda Buruk?’’ Ujar Si Wanita. Dengan Wajah Sumringah. Peramal Itu Berkata. ‘’ Wah, Justru Itu Pertanda Yang Baik. Mimpi Kejatuhan Bulan Artinya Engkau Akan Mendapatkan Keturunan. Engkau Kan Mendapat Seorang Anak. Selamat!’’

Mendengar Perkataan Peramal Itu. Si Janda Sangat Terkejut. Mimpi Yang Dialami Oleh Wanita Itu Sama Dengan Mimpinya. Namun, Apakah Ia Juga Akan Memperoleh Seorang Anak. Ia Tidak Habis Pikir. Bagaimana Mungkin Seorang Permpuan Tua Yang Tidak Bersuami Seperti Dirinya Bisa Melahirkan Seorang Anak. Namun, Ia Tidak Terlalu Memikirnya Ramalan Tersebut. Ia Pun Segera Berjalan Pulang.
Setibanya Di Rumah, Janda Tua Itu Melihat Dua Orang Laki-Laki Sudah Menunggu Di Depan Rumahnya. Mereka Membawa Sebuah Bungkusan Yang Besar. Janda Tua Itu Menanyakan Maksud Dari Kedatangan Mereka Kerumahnya.

‘’ Kami Ingin Menitipkan Sesuatu Kepada Ibu.’’ Kata Salah Satu Pemuda.
‘’ Apa Yang Ingin Kau Titipkan, Nak?’’ Tanya Si Janda. Pemuda Itu Menjawab. ‘’ Kami Berniat Menitipkan Seorang Bayi Untuk Di Besarkan Oleh Ibu Layaknya Seorang Anak Ibu Sendiri.’’
Mendengar Permintaan Dari Kedua Pemuda Itu, Si Janda Langsung Menolak. Ia Merasa Tidak Mampu Merawat Seorang Anak Karena Hidupnya Yang Serba Kekurangan. Namun, Kedua Pemuda Itu Memohon Dan Bersedia Untuk Memenuhi Seluruh Kebutuhan Si Anakitu. Akhirnya, Janda Itu Pun Bersedia.

Kedua Pemuda Itu Menyerahkan Bungkusan Besar Yang Mereka Bawa. Ternyata Berisi Seorang Bayi. Bungkusan Tersebut Boleh Di Buka Setelah Kedua Pemuda Itu Pergi. Pada Saat Di Buka. Melompatlah Seorang Anank Laki-Laki Yang Sangat Aneh Bentuk Tubuhnya. Janda Itu Sangat Terkejut.
Rupa Si Anak Itu Sangat Memprihatinkan. Bentuk Kepalanya Menyerupai Periuk Yang Biasa Di Gunakan Untuk Menyimpan Air Atau Di Sebut Juga Kendil. Tetapi Ia Memiliki Badan Yang Utuh. Anak Itu Di Beri Nama Joko Kendil.

Cerita Rakyat Jawa Tengah Joko Kendil
Meskipun Bentuk Tubuhnya Aneh. Joko Kendil Adalah Anak Yang Baik Hati Dan Rajin. Seiring Berjalanya Waktu, Janda Tua Itu Semakin Menyanyangi Anak Angkatnya Itu Yang Sudah Di Anggap Sebagai Anak Kandungnya Sendiri.

Kehidupan Janda Itu Sangat Berubah Semenjak Kehadiran Joko Kendil. Joko Kendil Yang Rajin Selalu Membantunya Mengolah Kebun. Hasil Panennya Selalu Berlimpah Ruah. Mereka Tidak Pernah Hidup Kekurangan.

Pada Suatu Sore, Ketika Sedang Beritirahat Setelah Berkebun. Joko Kendil Melihat Kapal Layar Kerajaan. Joko Kendil Memperhatikan Kapal Tersebut Hingga Mendekat. Dari Dalam Kapal Tersebut Terlihat Putri Raja Yang Sangat Cantik Jelita. Joko Kendil Langsung Jatuh Cinta . Ia Langsung Memceritakan Perasaannya Kepada Ibunya.

Pada Suatu Hari. Kerajaan Mengadakan Sayembara. Isi Sayembara Tersebut Adalah Barang Siapa Yang Mampu Menemukan Dan Membawa Gamelan Lokananta Maka Ia Akan Di Nikahkan Dengan Putri Raja. Siapa Pun Boleh Mengikuti Sayembara Ini. Asalkan Orang Tersebut Mampu Melakukannya.
Joko Kendil Mendengar Sayembara Tersebut Dan Langsung Memohon Kepada Ibunya Agar Di Perbolehkan Untuk Mengikuti Sayembara Itu. Ibunya Sempat Melarang Karena Hal Itu Sangatlah Mustahil. Ibunya Merasa Joko Kendil Tidak Mungkin Mendapatkan Gamelan Yang Di Maksud Oleh Raja. Namun, Joko Kendil Tetap Memaksa. Akhirnya Ibunya Mengalah Dan Membawa Joko Kendil Ke Istana.

Di Istana Semua Orang Yang Melhat Joko Kendil Mencemooh Dan Menertawakan. Namun, Joko Kendil Tetap Bersikap Tenang. Lagi Pula, Putri Raja Juga Tidak Keberatan Jika Joko Kendil Menjadi Salah Satu Peserta Dari Sayembara.

Setelah Semua Peserta Siap. Raja Memerintahkan Mereka Untuk Mengeluarkan Gamelan Lokananta Yang Telah Di Janjikan. Ibunya Sudah Mulai Khawatir Karena Joko Kendil Sama Sekali Tidak Membawa Seperangkat Gamelan. Joko Kendil Menenangkan Ibunya. Lalu, Ia Mengucapkan Sebuah Mantra. Tiba-Tiba Munculah Seperangkat Gamelan Yang Sangat Indah Dan Mempesona.
Dari Seluruh Peserta Yang Sudah Di Uji Tidak Ada Satupun Gamelan Yang Benar-Benar Merupakan Gamelan Lokananta. Namun, Tiba-Tiba, Terdengar Alunan Merdu Sebuah Gamelan. Gamelan Itu Adalah Milik Joko Kendil.

Semua Orang Terpukau Dengan Ke Indahan Bunyi-Bunyian Yang Keluar Dari Gamelan Itu. Maka Terpilihlah Joko Kendil Sebagai Pemenangnya Dan Ia Akan Di Nikahkan Dengan Putri Raja Yang Sangat Cantik.

Pada Hari Pernikahan. Kedua Mempelai Duduk Di Kursi Pengantin Di Hadapan Seluruh Undangan. Tiba-Tiba, Tanpa Di Sangka, Sang Putri Memeluk Joko Kendil Dengan Sangat Erat Sampai Joko Sulit Untuk Bernapas.

Terjadilah Sebuah Peristiwa Yang Sangat Mengagetkan. Joko Kendil Yang Buruk Rupa Berubah Menjadi Seorang Pangeran Yang Sangat Tampan. Melihat Kejadian Itu. Raja Langsung Menjelaskan Kepada Semua Undangan. Sesungguhnya Maksud Di Adakannya Sayembara Pada Waktu Itu, Karena Raja Mendapat Sebuah Bisikan Suci Ketika Meminta Petunjuk Dalam Memilih Calon Suami Anaknya.

Dalam Bisikan Itu Di Sebutkan Bahwa Calon Menantu Raja Adalah Seorang Pangeran Yang Sangat Tampan, Gagah Perkasa Dan Sakti. Berkat Kesaktianya Ia Akan Menciptakan Gaamelan Lokananta Dari Kayangan. Selain Itu Putri Raja Juga Harus Memeluk Calon Suaminya Pada Saat Duduk Di Pelaminan.
Raja Juga Menjelaskan Bahwa Joko Kendil Adalah Pangeran Yang Di Kutuk Oleh Ayahnya Akibat Melanggar Larangan Ayahnya. Namun, Kutukan Itu Akan Berakhir Jika Dapat Pelukan Dari Calon Istrinya Sebelum Mereka Sah Sebagai Suami Istri.

Rabu, 11 Mei 2016

Legenda Salatiga


Zaman dahulu, kota Semarang dipimpin oleh Adipati Pandanarang dan mempunyai istri bernama Nyai Pandanarang. Ia terkenal sebagai pemimpin yang jujur, tetapi juga menyukai harta benda yang berlimpah.

Sifat kurang baik adipati ini terdengar oleh Sunan Kalijaga, seorang wali yang arif dan bijaksana. Sunan berniat mengingatkan Pandanarang dengan menyamar sebagai tukang rumput. Ketika lewat di halaman kabupaten, Adipati Pandanarang menawar rumput dengan harga yang sangat rendah.

Penjual rumput itu setuju dan meletakkan rumputnya di kandang. Sebelum pergi, ia menyelipkan uang lima sen di antara rerumputan. Uang tersebut ditemukan oleh abdi dalem yang segera melapor kepada Pandanarang.

Hal itu terjadi berulang kali. Pandanarang heran mengapa tukang rumput tersebut tidak pernah menanyakan uangnya. Ketika tukang rumput itu datang kembali, Pandanarang pun menanyakan asal-usul tukang rumput itu. Ia juga menanyakan mengapa sang tukang rumput seperti tidak membutuhkan uang. Tukang rumput menjawab bahwa ia bisa mendapatkan emas dengan sekali cangkulan tanah. Ia tidak membutuhkan benda-benda duniawi, karena semuanya tidak abadi. la juga berkata bahwa ada emas permata tertanam di dalam halaman istana.

Pandanarang marah mendengar jawaban itu. la merasa dihina oleh tukang rumput itu. Pandanarang menyuruh seorang abdi mengambil cangkul, kemudian menyerahkannya kepada tukang rumput. Dengan kukuh, tukang rumput tadi mengayunkan cangkul ke tanah. Ternyata, kata-kata orang itu benar. Ada emas permata di dalam tanah istana.
Adipati Pandanarang sangat terkejut melihat pemandangan di hadapannya. Seketika, ia merasa sangat kerdil dalam hatinya.

“Pandanarang, aku adalah Sunan Kalijaga”. Setelah mendengar kata-kata itu, Pandanarang langsung meminta maaf atas kekasarannya. Sunan Kalijaga meminta Pandanarang untuk melepaskan kegemarannya pada harta duniawi.

Pandanarang mengungkapkan kepada istrinya bahwa ia ingin berguru kepada Sunan Kalijaga. Istri Pandanarang menyetujui dan menyatakan bahwa ia ingin mengikuti sang suami.

“Kau boleh ikut, tetapi ingatlah kita tidak boleh membawa barang- barang yang kita miliki. Berikan barang-barang itu kepada fakir miskin,” ujar Pandanarang kepada istrinya.

lstrinya menyatakan bahwa ia tak rela meninggalkan harta bendanya dan menyerahkannya kepada fakir miskin. la meminta suaminya berangkat Iebih dulu. Lalu, perempuan ini menyimpan emas dan permata di dalam tongkatnya yang terbuat dari bambu. Pandanarang pun menyusul Sunan Kalijaga. Dalam perjalanan, mereka dihadang oleh tiga orang penyamun.

“Jika kau ingin barang berharga, tunggulah. Sebentar lagi, akan lewat seorang perempuan tua. Cegat dia. Kau akan mendapatkan emas permata dalam tongkat bambunya,” kata Sunan Kalijaga.

Muncullah Nyai Pandanarang yang berjalan tertatih dengan tongkat bambu. Ketiga penyamun tersebut menghadang dan merampas tongkat bambu yang ia pegang. Nyai Pandanarang tidak dapat berbuat apa-apa selain merelakan hartanya dirampas. Ketika berhasil bertemu dengan suaminya dan Sunan Kalijaga, ia menceritakan kejadian perampokan yang dialaminya sambil menangis.

“Kau tidak mendengarkan kata suamimu. Untuk berguru denganku, kalian harus meninggalkan harta duniawi. Jadi, kejadian ini adalah salahmu sendiri,” ujar Sunan Kalijaga.
“Ada tiga pihak yang melakukan kesalahan di sini, yaitu kau sendiri, suamimu dan para penyamun itu. Kelak, tempat ini akan menjadi kota yang ramai,” kata Sunan Kalijaga.

Untuk mengingat kejadian tersebut, Sunan Kalijaga menamakan daerah itu dengan “Salah Tiga”. Pada perkembangan, nama Salah Tiga bergeser ucapannya menjadi Salatiga. Kini Salatiga menjadi kota yang ramai seperti yang pernah diprediksi oleh Sunan Kalijaga.

Selasa, 10 Mei 2016

Rawa Pening


Pada zaman dahulu, hiduplah seorang anak yang sakti. Kesaktiannya ini membuat seorang menyihir jahat iri. Penyihir jahat menyihir anak itu, sehingga tubuhnya penuh luka dengan bau yang sangat menyengat. Luka-luka baru akan muncul begitu luka lama mulai kering. Keadaannya kondisi tubuhnya itu, tidak ada seorang pun yang mau berhubungan dengannya. Jangankan bertegur sapa, berdekatan saja orang tidak mau. Mereka takut tertular.

Suatu hari, anak ini bermimpi ada seorang perempuan tua yang dapat menyembuhkan penyakitnya. Ia pun berkelana mencari perempuan tua dalam mimpinya tersebut. Di setiap kampung yang ia datangi, ia selalu ditolak oleh penduduk. Mereka merasa jijik dan mengusir anak ini.

Akhirnya, sampailah ia di sebuah kampung yang sebagian besar penduduknya adalah orang-orang yang sombong. Tidak banyak orang yang miskin di desa itu. Mereka akan diusir atau dibuat tidak nyaman kalau tinggal di sana. Hal ini mengusik hati anak kecil ini.

Pada sebuah pesta yang diselenggarakan di kampung itu, anak kecil ini berhasil masuk. Namun, orang-orang segera mengusirnya dan mencaci-makinya. Ia langsung diseret keluar.
Pada saat terseret, ia berpesan kepada orang-orang itu supaya lebih memerhatikan orang tak punya. Mendengar kata-kata anak itu, beberapa orang makin marah, bahkan meludahinya sambil berkata, “Dasar anak setan, anak buruk rupa!”

Anak itu merasa terluka dengan perlakuan orang-orang tersebut. Lalu, ia menancapkan sebuah lidi di tanah don berkata, “Tak ada satu pun yang bisa mencabut lidi ini dari tanah, hanya aku yang bisa melakukannya!”

Orang-orang meragukan ucapan anak tersebut. Mereka pun mencoba mencabut lidi tersebut. Namun, tak seorangpun dapat melakukannya. Dalam beberapa hari, lidi itu tak bisa tercabut. Suatu hari, secara diam-diam, anak itu datang don mencabut lidi itu. Tanpa sepengetahuannya, ada seorang warga yang melihatnya dan melaporkannya kepada warga yang lain.

Dari tempat lidi itu dicabut, mengalirlah mata air. Semakin lama, air itu semakin deras. Air menenggelamkan daerah tersebut, sehingga menjadi sebuah telaga yang kini bernama Telaga Rawa Pening.

Tidak ada yang selamat dari musibah itu kecuali seorang perempuan tua yang berbaik hati memberinya tempat tinggal dan merawatnya. Secara ajaib penyakit kulit anak itu sembuh.

Namun, penyihir jahat yang telah menyihir si anak itu tidak terima dengan kesembuhan itu. Kemudian, ia menyihir anak itu menjadi seekor ular besar dengan sebuah kalung genta di lehernya.

Konon, ular ini sering keluar dari sarangnya pada tengah malam. Setiap kali bergerak, dentingan kalung di lehernya selalu berbunyi klentang-klenting. Bunyi inilah yang kemudian membuatnya dinamakan Baru Klinting.

Kemunculan ular itu diyakinin masyarakat sebagai tando keberuntungan bagi nelayan nelayan yang tidak mendapat ikan.

Kini, Telaga Rama Pening adalah objek wisata yang sangat populer di Jawa Tengah. Tempat ini terletak di Desa Bukit Cinta, Kabupaten Ambarawa.

Senin, 09 Mei 2016

Legenda Ande Ande Lumut


Pada zaman dahulu, ada sebuah Kerajaan besar yang bernama Kerajaan Kahuripan. Namun, untuk mencegah perang persaudaraan Kerajaan Kahuripan di bagi menjadi dua Kerajaan, yaitu Kerajaan Kediri dan Kerajaan Jenggala. Suatu hari sebelum Raja Erlangga meninggal, ia berpesan untuk menyatukan kembali kedua Kerajaan tersebut.

Akhirnya, kedua Kerajaan tersebut bersepakat untuk menyatukan kedua Kerajaan, dengan cara menikahkan Pangeran dari Kerajaan Jenggala, yaitu Raden Panji Asmarabangun. Dengan Putri cantik Dewi Sekartaji dari Kerajaan Kediri.

Namun, keputusan untuk menikahkan Pangeran Raden Panji Asmarabangun dengan Putri Sekartaji, di tentang oleh Ibu Tiri Putri Sekartaji. Karena Istri kedua dari kerajaan Kediri menginginkan Putri kandungnya sendiri yang menjadi Ratu Jenggala. Akhirnya, ia merencanakan untuk menculik dan menyembunyikan Putri Sekartaji dan ibu kandungnya.

Suatu hari, Raden Panji datang ke Kerajaan Kediri untuk menikah dengan Dewi Sekartaji. Namun, Putri Sekartaji sudah menghilang. Mengetahui hal itu Pangeran Panji sangat kecewa. Namun, Ibu tiri Putri Sekartaji membujuknya untuk tetap melangsungkan pernikahan tersebut. Putri Sekartaji di gantikan dengan Putri kandungnya Intan Sari. Namun, Pangeran langsung menolak usulan tersebut.

Karena sangat kecewa, Pangeran Panji memutuskan untuk mencari Putri Sekar dan Ibunya. Ia akhirnya mengganti namanya menjadi Ande-ande Lumut. Suatu hari, ia menolong seorang Nenek yang sedang kesusahan yang bernama Mbok Randa. Akhirnya, mbok Randa mengangkatnya sebagai anak angkat dan tinggal dirumah Mbok Randa.

Suatu hari, Ande-ande Lumut meminta ibu angkatnya untuk mengumumkan bahwa ia sedang mencari calon istri. Banyak gadis-gadis desa di sekitar desa Dadapan untuk bertemu dan melamar Ande-ande Lumut. Namun, tidak seorangpun yang ia terima untuk di jadikan istrinya.

Sementara, Putri Sekar dan ibunya Candrawulan berhasil membebaskan diri dari sekapan ibu tirinya. Mereka pun mengirimkan pesan melalui Burung Merpati untuk di sampai kepada Raja dari Kerajaan Kediri. Mengetahui bahwa Putri Sekar dan Ibunya mengirimkan surat. Intan Sari dan Ibunya segera melarikan diri.

Putri Sekar sangat senang dan berniat untuk bertemu dengan Pangeran Panji. Namun, ia pun kecewa karena Pangeran Panji sudah pergi berkelana. Ia pun memutuskan untuk berkelana juga untuk mencari Pangeran Panji.

Suatu hari, ketika Putri Sekar tiba di rumah seorang janda yang mempunya tiga anak gadis cantik. Nama ke tiga Janda tersebut adalah, Klenting Merah, Kelentin Biru dan Klenting Ijo. Akhirnya, Putri Sekar pun mengganti namanya menjadi Klenting Kuning.

Mendengar berita yang bersumber dan desa Dadapan kabar itu menyebutkan jika Mbok Randa mempunyai anak angkat, seorang pemuda yang sangat tampan wajahnya_ Ande-ande Lumut namanya. Ketampanan Ande-ande Lumut sangat terkenal menjadi buah bibir dimana-rnana. Banyak gadis yang datang ke desa Dadapan untuk melamar anak angkat Mbok Randa itu.

Kabar tentang Ande-ande Lumut sedang mencari Istri terdengar oleh ke ke empat gadis cantik tersebut. Akhirnya, Janda tersebut menyuruh anak-anaknya untuk pergi menemui Ande-Ande Lumut.

Suatu hari, mereka segera berangkat. Namun, mereka hanya pergi bertiga karena Klenting Kuning mempunyai pekerjaan rumah yang belum selesai. Mereka bertiga saling mendahului agar terpilih oleh Ande-ande Lumut. Namun, di tengah perjalanan mereka sangat kebingungan karena harus menyebrang sungai. Di tengah kebingungan tersebut. Tiba-tiba, muncullah. Pemuda bernama Yuyu Kakang. Ia menawarkan untuk mengantarkan mereka menyebrang. Tapi, Yuyu Kakang mengajukan satu syarat. ‘’ Jika sudah menyebrangkan kalian, maka perbolehkan aku untuk mencium kalian bertiga’’ pada awalnya mereka menolak. Namun, karena itu jalan satu-satunya mereka pun terpaksa menyetujui persyaratan tersebut.
Sesampainya di rumah mbok Randa, mereka langsung memperkenalkan diri satu persatu. Melihat kedatangn ketiga gadis cantik tersebut, ia segera memanggil Ande-ande Lumut. Namun, ia langsung menolak ketiga gadis tersebut.

Sementara itu, setelah menyelesaikan pekerjaannya Kleting Kuning. Kleting Kuning pun juga berniat datang ke desa Dadapan Untuk bertemu dengan Ande-ande Lumut. Keinginan itu disarnpaikannya kepada ibu angkatnya. Kleting Kuning berangkat menyusul ketiga Kleting lainnya. Tibalah ia di tepi sungai. Ia pun merasa kebingungan untuk menyebrang. Namun, lagi-lagi Yuyu Kangkang datang menawarkan bantuannya. Sama seperti ketiga Klenting setelah di sebrangkan Klenting Kuning harus bersedia untuk di cium. Klenring Kuning pun segera naik ke punggung Yuyu Kangkang.

Setelah mereka tiba di seberang, Kleting Kuning langsung membuka kotoran ayam yang dibungkus daun pisang. Ia mengoleskannya pada kedua pipinya. Yuyu Kangkang kemudian menagih janji. Kleting Kuning segera memasang pipinya yang diolesi kotoran ayam. Yuyu Kakang pun marah dan menyuruhnya segera pergi.

Ande-ande Lumut menolak ke tiga Klenting karena telah di cium oleh Yuyu Kangkang. Tiba-tiba, Ande-ande Lumut sangat terkejut ketika melihat kedatangan Klenting Kuning. Mbok Randa sangat heran melihat sikap anak angkatnya. Banyak gadis-gadis cantik yang datang untuk melamarnya. Namun, ia tolak dengan berbagai alasan. Tapi, melihat Klenting Kuning yang berpakaian sangat kumal dan badannya yang sangat bau malah di sambut dengan wajah bahagia dan berseri-seri.

Akhirnya, Mbok Randa pun terdiam. Ia mengikuti Ande-Ande Lumut menemui gadis itu. Sementar, Kleting Kuning terkejut sekali melihat Ande-Ande Lumut adalah tunangannya, Raden Panji Asmarabangun.

Akhirnya, di depan semua orang, Klenting Kuning langsung mengubah diri menjadi Putri Sekartaji. Semua orang sangat terkejut melihat sosoknya yang sangat cantik. Ketiga kakak angkatnya pun sangat terkejut ketika mengetahui jika sosok yang selama itu mereka perlakukan dengan tidak baik itu ternyata Putri Sekartaji.

Tak lama kemudian, mereka di kejutkan oleh Ande-ande Lumut yang membuka dirinya. Ia tidak lain adalah Pangeran Raden Panji. Kedua sejoli tersebut sangat bahagia karena dapat bertemu kembali. Akhirnya, Raden Panji langsung membawa Putri Sekar dan ibu angkatnya Mbok Randa ke Kerajaan Jenggala. Mereka pun segera melangsungkan pernikahan.
Akhirnya Kerajaan Kediri dan Kerajaan Jenggala dapat bersatu kembali.

Jumat, 06 Mei 2016

Legenda Jaka Tarub


Pada zaman dahulu kala, di sebuah desa tinggallah seorang Janda bernama Mbok Randa. Ia tinggal seorang diri karena suaminya sudah lama meninggal dunia. Suatu hari, ia mengangkat seorang anak Laki-laki menjadi anaknya. Anak angkatnya diberi nama Jaka Tarub. Jaka Tarub pun tumbuh beranjak dewasa.

Jaka Tarub menjadi pemuda yang sangat tampan, gagah, dan baik hati. Ia juga memiliki kesaktian. Setiap hari, ia selalu membantu ibunya di sawah. Karena memiliki wajah yang sangat tampan banyak gadis-gadis cantik yang ingin menjadi istrinya. Namun, ia belum ingin menikah.
Setiap hari ibunya menyuruh Jaka Tarub untuk segera menikah. Namun, lagi-lagi ia menolak permintaan ibunya. Suatu hari Mbok Randa jatuh sakit dan menghembuskan nafas terakhirnya. Jaka Tarub sangat sedih.

Sejak kematian Mbok Randha, Jaka Tarub sering melamun. Kini sawah ladang­nya terbengkalai.

“Sia-sia aku bekerja. Un­­tuk siapa hasilnya?” demikian gumam Jaka Tarub.

Suatu malam, Jaka Tarub bermimpi memakan Daging Rusa. Pada saat ia terbangun dari tidurnya, ia pun langsung pergi ke hutan. Dari pagi sampai siang hari ia berjalan. Namun, ia sama sekali tidak menjumpai Rusa. Jangankan Rusa, Kancil pun tidak ada.

Suatu ketika, ia melewati telaga itu dan secara tidak sengaja ia melihat para bidadari sedang mandi disana. Di telaga tampak tujuh perempuan can­­tik tengah bermain-main air, bercanda, ber­­suka ria. Jaka Tarub sangat terkejut melihat ke­­cantikan mereka.

Karena jaka Tarub merasa terpikat oleh tujuh bidadari itu, akhirnya ia mengambil salah satu selendangnya. Setelahnya para bidadari beres mandi, merekapun berdandan dan siap-siap untuk kembali ke kahyangan.

Mereka kem­bali mengenakan selendangnya masing-masing. Na­­­mun salah satu bidadari itu tidak mene­­mu­kan selendangnya. Keenam kakaknya turut membantu men­­cari, namun hingga senja tak ditemu­kan juga. Karena hari sudah mulai senja, Nawangwulan di tinggalkan seorang diri. Kakak-kakanya kembali ke Khayangan. Ia merasa sangat sedih.

Tidak lama kemudian Jaka Tarub datang menghampiri dan berpura-pura menolong sang Bidadari itu. Di ajaknya bidadari yang ternyata bernama Nawang Wulan itu pulang ke rumahnya. Kehadiran Nawang Wulan membuat Jaka Tarub kembali bersemangat.

Singkat cerita, merekapun akhirnya menikah. Keduanya hidup dengan Bahagia. mereka pun memiliki seorang putri cantik bernama Nawangsih. Sebelum mereka menikah, Nawang wulan mengingatkan kepada Jaka Tarub untuk tidak menanyakan kebiasan yang akan dilakukannya nanti setelahnya ia menjadi istri.
Rahasianya Nawang Wulan yaitu, Ia memasak nasi selalu menggunakan satu butir beras, dengan sebutir beras itu ia dapat menghasilkan nasi yang banyak. Setelah mereka menikah Jaka Tarub sangat penasaran. Namun, dia tidak bertanya langsung kepada Nawang wulan melainkan ia langsung membuka dan melihat panci yang suka dijadikan istrinya itu memasak nasi. Ia melihat Setangkai padi ma­sih tergolek di dalamnya, ia pun segera menutupnya kembali. Akibat rasa penasaran Jaka Tarub. Nawang Wulan kehilangan kekuatannya. Sejak saat itu, Na­wang Wulan harus menumbuk dan me­nam­pi beras untuk dimasak, seperti wa­ni­ta umumnya.
Karena tumpukan pa­di­­nya terus berkurang, suatu waktu, Na­­wangwulan tanpa sengaja menemukan selendang bi­da­­­da­ri­nya terselip di antara tumpukan pa­di. ternyata selendang tersebut ada di lumbung gabah yang di sembunyikan oleh suaminya.
Nawang wulan pun merasa sangat marah ketika suaminyalah yang mencuri selendangnya. Akhirnya, ia memutuskan untuk pergi ke kahyangan. Jaka Tarub pun meminta maaf dan memohon kepada istrinya agar tidak pergi lagi ke kahyanngan, Namun Nawangwulan sudah bulat tekadnya, hingga akhirnya ia pergi ke kahyangan. Namun ia tetap sesekali turun ke bumi untuk menyusui bayinya. Namun, dengan satu syarat, jaka tarub tidak boleh bersama Nawangsih ketika Nawang wulan menemuinya. Biarkan ia seorang diri di dekat telaga.
Jaka Tarub menahan kesedihannya dengan sangat. Ia ingin terlihat tegar. Setelah Jaka Tarub menyatakan kesanggupannya untuk tidak bertemu lagi dengan Nawangwulan, sang bidadaripun terbang meninggalkan dirinya dan Nawangsih. Jaka Tarub hanya sanggup menatap kepergian Nawangwulan sambil mendekap Nawangsih. Sungguh kesalahannya tidak termaafkan. Tiada hal lain yang dapat dilakukannya saat ini selain merawat Nawangsih dengan baik

Asal Muasal Nama Daerah Magelang


Dahulu kala, Kerajaan Mataram yang dipimpin oleh Panembahan Senopati merupakan sebuah kerajaan yang besar dan berjaya. Ketika Panembahan Senopati ingin memperluas daerahnya, ia meminta pendapat kepada Ki Gede Pemanahan.

Lalu, mereka sepakat untuk membuka hutan di Kedu. Hutan tersebut angker dan hampir tidak pernah dijamah manusia. Menurut masyarakat, hutan tersebut dikuasai oleh kerajaan jin dengan rajanya bernama Jin Sepanjang. Untuk menaklukkan Jin Sepanjang, ditunjuklah Pangeran Purbaya sebagai Senopati perang.

Pangeran Purbaya dan tentara Kerajaan Mataram menggunakan pusaka untuk membuka hutan tersebut. Ketika hutan telah terbuka, terjadilah pertempuran hebat antara tentara Kerajaan Mataram di bawah pimpinan Pangeran Purbaya dan tentara kerajaan Jin. Kerajaan jin berhasil dipukul mundur. Namun, Raja Jin Sepanjang berhasil melarikan diri. Raja Jin Sepanjang berniat membalas kekalahannya pada kemudian hari.

Sementara itu, hutan Kedu telah diubah menjadi sebuah desa yang berkembang dan memiliki pemandangan indah. Di desa tersebut hidup sepasang suami istri, yaitu Kyai Keramat dan istrinya Nyai Bogem. Mereka memiliki seorang putri yang cantik jelita bernama Rara Rambat yang kemudian menikah dengan salah satu tentara Kerajaan Mataram bernama Raden Kuning.

Suatu hari, Kyai Keramat kedatangan seorang Iaki-laki bernama Santa yang ingin mengabdi kepadanya. Dengan senang hati, ia menerima Santa sebagai abdinya. la tidak mengetahui bahwa Santa adalah jelmaan Raja Jin Sepanjang yang sedang ingin membalas dendam.

Santa menggunakan kesaktiannya dengan menyebarkan berbagai penyakit. Akibatnya, masyarakat dilanda wabah penyakit yang aneh dan mematikan. Banyak orang yang meninggal, begitu juga para tentara.

Hal ini menimbulkan keprihatinan Pangeran Purbaya, sehingga ia segera melaporkannya kepada Panembahan Senopati. Lalu, Panembahan Senopati bertapa dan mengadakan kontak dengan Ratu Pantai Selatan. Usai bertapa, Panembahan Senopati menyampaikan nasihat dari Ratu Pantai Selatan kepada Pangeran Purbaya.

Kemudian, Pangeran Purbaya menemui Kyai Keramat. Alangkah kagetnya Kyai Keramat ketika diberitahu bahwa abdinya yang bernama Santa adalah jelmaan Raja Jin Sepanjang yang telah menyebabkan kesengsaraan rakyat. Santa yang mendengar percakapan Pangeran Purbaya dan Kyai Keramat pun melarikan diri. Kyai Keramat mengejarnya, sehingga terjadilah pertempuran. Ternyata, kesaktian Santa dapat mengalahkan Kyai Keramat hingga Kyai Keramat pun gugur.

Pangeran Purbaya sangat sedih dengan kematian Kyai Keramat dan memerintahkan untuk menguburkan jenazah Kyai Keramat di daerah tersebut. Daerah itu kemudian dinamakan Desa Keramat.
Mendengar kematian suaminya, Nyai Bogem sangat marah. la mengejar Santa dan terjadilah perkelahian. Nyai Bogem dapat dikalahkan oleh Santa dan gugur. Pangeran Purbaya memerintahkan untuk memakamkan jenazah Nyai Bogem di daerah tempat ia gugur dan menamakan desa tersebut sebagai Desa Bogeman.

Kematian Kyai Keramat dan Nyai Bogem membuat Pangeran Purbaya memerintahkan Tumenggung Martoyuda untuk menangkap Raja Jin Sepanjang. Namun, ternyata Raja Jin Sepanjang dapat mengalahkan Tumenggung Mertoyuda. Mertoyuda dimakamkan di daerah tempat terjadinya pertempuran tersebut yang itu kemudian dinamakan Desa Martoyuda.

Raden Krincing yang merupakan salah satu senopati di Kerajaan Mataram merasa terpanggil untuk ikut membantu membinasakan Raja Jin Sepanjang. Namun, sayang la pun tewas. Pangeran Purbaya memerintahkan untuk menguburkan jenazahnya di tempaf pertempuran tersebut dan menamakan daerah itu dengan Desa Krincing.

Kematian demi kematian membuat Pangeran Purbaya semakin berniat menghancurkan Santa alias Raja Jin Sepanjang. la memerintahkan pasukannya untuk mengejar Santa.
Santa lari ke dalam hutan menghindari serangan tersebut. Dengan kesaktiannya, Pangeran Purbaya dapat melihat Santa dari atas sebuah pohon yang tinggi. la segera menyerang Santa, sehingga terjadilah perkelahian sengit. Ternyata, kesaktian Pangeran Purbaya Iebih hebat daripada Santa.

Akhirnya Santa tewas di tangan Pangeran Purbaya. Seketika itu juga, langit menjadi gelap-gulita seiring dengan kematian Raja Jin Sepanjang. Ketika Raja Jin Sepanjang menghilang dan perlahan-lahan hutan menjadi terang kembali. Daerah tempat Santa tewas tersebut kemudian diberi nama Desa Sanfan.

Raja Jin Sepanjang menghilang dan menjelma menjadi sebuah tombak. Pangeran Purbaya tidak berminat terhadap tombak tersebut, karena berasal dari makhluk yang tidak baik. la memerintahkan untuk menanam tombak tersebut ke dalam tanah. Kini tempat tersebut dinamakan Desa Sepanjang.
Pertempuran yang dilakukan oleh Pangeran Purbaya dan tentara Mataram dalam melawan Santa menggunakan strategi gelang. Strategi gelang adalah mengepung musuh dengan cara melingkar, mengelilingi musuh dengan rapat. Oleh karena itu, Pangeran Purbaya menamakan daerah ini Magelang.